Rabu, 25 April 2012

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH


BAB I

1.1    LATAR BELAKANG
Suatu lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan formal memiliki keinginan untuk menjelaskan, memaparkan serta menerapkan bentuk pendidikan yang menurutnya memilki kapabilitas dan layak untuk digunakan pada zaman sekarang.
Manajemen pendidikan untuk saat ini merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, secara garis besar merupakan bentuk pendidikan yang harus memiliki karakter sehingga menghasilkan output yang diinginkan, ini disebabkan karena perkembangan pendidian semakin lama terus menurun dari segi kualitas maupun hasilnya, dari kenyataan yang ada, sekarang ini banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk menghasilkan keluaran berkualitas dan mampu berorientasi secara maksimal di zaman sekarang. Agar ketercapaian dari keinginan lembaga pendidikan yang bisa menghasilkan output berkualitas, maka kualitas dan hasil dari lembaga pendidikan perlu pengorganisasian dalam lembaga tersebut, dimana didalamnya harus terdapat manajemen yang pasti.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikian pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat, dari generasi ke generasi.



BAB II


2.1    TUJUAN PEMBAHASAN

Setelah mempelajari tentang system informasi manajemen sekolah mahasiswa diharapkan mampu:
1.      Memahami teori manajemen
2.      Memahami dasar pengelolaan manajemen dalam suatu lembaga pendidikan formal
3.      Memahami teori sistem informasimanajemen sekolah
4.      Memahami prinsip dasar sistem informasi manajemen sekolah
  1. Menganalisis kebutuhan peralatan untuk membangun sistem informasi manajemen sekolah



BAB III
PEMBAHASAN

3.1    Pengertian Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Menurut Encyclopedia Americana manajemen merupakan "the art of coordinating the elements of factors of production towards the achievement ofthe purposes of an organization", yaitu suatu seni untuk mengkoordinir sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Sementara itu Mamduh mendefinisikan manajemen sebagaisebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi”. Sehingga manajemen sendiri adalah proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Pendidikan merupakan setiap proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan (knowledge acquisition), mengembangkan kemampuan/keterampilan (skillsdevelopments) sikap atau mengubah sikap (attitute change). Sehingga keadaan yang terjadi merupakan proses transformasi anak didik agar mencapai hal tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Sebagai bagian dari masyarakat, pendidikan memiliki fungsi ganda yaitu fungsi sosial dan fungsi individual.
Fungsi sosialnya untuk membantu setiap individu menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif dengan memberikan pengalaman kolektif masa lalu dan sekarang, sedangkan fungsi individualnya untuk memungkinkan seorang menempuh hidup yang lebih memuaskan dan lebih produktif dengan menyiapkannya untuk menghadapi masa depan (pengalaman baru). Fungsi tersebut dapat dilakukan secara formal seperti yang terjadi di berbagai lembaga pendidikan melalui berbagai kontak dengan media informasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV,radio dan sebagainya.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
MenurutTurban, McLean, dan Wetherbe (1999) sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Sedang menurut Bodnar dan HopWood (1993) system informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
1.      Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

2.      Konsep dasar informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.

3.      Konsep dasar sistem informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Konsep dasar sistem informasi manajemen sekolah Mengingat lembaga pendidikan di Indonesia merupakan organisasi yang memiliki orientasi ganda (multiple oriented), yaitu organisasi yang berorientasi sosial dan orientasi bisnis. orientasi sosial pendidikan bertujuan meningkatkan kecerdasan bangsa sedangkan orientasi bisnis pendidikan dalam mempertahankan eksistensi maupun operasionalnya harus memiliki dana yang cukup memadai, Dengan demikian lembaga pendidikan tersebut akan menghasilkan lulusan (outcomes) yang berkualitas. Gambaran sistem informasi sekolah yang dibutuhkan di Indonesia idealnya adalah bagaimana para pengambil keputusan dapat dengan mudah mencari informasi sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.
Dalam menghadapi globalisasi, dunia pendidikan Indonesia khusunya sekolah harus secepatnya berbenah diri dalam meningkatkan sistem informasi guna menunjang daya saing sumber daya manusia yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut. Sistem informasi yang akan diciptakan harus seimbang antara infrastruktur teknologi yang tersedia dengan kemampuan sumber daya manusianya, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang sangat jauh dan sistem informasi tidak dapat terwujud secara signifikan dalam menunjang kuantitas maupun kualitas pendidikan secara mendasar.
Sistem informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi dalam lembaga pendidikan, kontrol kualitas, dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lain yang dapat meningkatkan nilai lembaga pendidikan tersebut, oleh karena itu manajemen pendidikan dalam perkembangannya memerlukan apa yang dikenal dengan Good Management Practice untuk pengelolaannya.Tetapi pada prakteknya, Good management practice dalam pendidikan masih merupakan suatu hal yang samar-samar. Banyak penyelenggara pendidikan yang beranggapan bahwa manajemen pendidikan bukanlah suatu hal yang penting, karena kesalahan persepsi yang menganggap bahwa domain manajemen adalah bisnis.


3.2   Tujuan sistem informasi manajemen sekolah
Tujuan layanan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk membuat, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri, dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa, layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa.
Melalui layanan perencanaan individual, diharapkan siswa dapat :
a.       Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
b.      Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
c.       Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
d.      Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.


3.3    Prinsip-prinsip Sistem Informasi Manajemen Sekolah

1.             Sekolah/madrasah
a.             mengelola SIM yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel;
b.             menyediakan fasilitas informasi yang efektif, efisien, dan mudah diakses;
c.             menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atu pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokomentasikan; dan
d.            melapor data informasi sekolah/madrasah yang telah terdokomentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

2.             Komunikasi Antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah/madrasah dilaksanakan secara efektif dan efisien.



3.4    Ruang Lingkup Sistem Manajemen Sekolah
1.     Sistem informasi profil sekolah
Sistem informasi ini merupakan basis data induk sekolah yang berisikan data sekolah yang terintegrasi dengan SIM-NPSN Jardiknas serta instrumen evaluasi diri (standar pelayanan minimal) yang fungsinya untuk menyediakan informasi-informasi sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan Daerah untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis mengenai perkembangan pendidikan di sekolah.

2.    Sistem informasi manajemen & administrasi personalia
Selain terintegrasi dengan pengelolaan data guru/tenaga kependidikan dalam SIM-NUPTK Jardiknas, cakupan dalam SISILIA ini antara lain adalah menangani perekrutan pegawai honorer, penerimaan guru bantu/guru tetap, mutasi pegawai, tunjangan, profil (kepangkatan, riwayat hidup, riwayat pekerjaan, angka kredit (credit points), dan konduite pegawai), dan evaluasi kompetensi guru.

3.    Sistem informasi manajemen kesiswaan sekolah terpadu
Sistem informasi ini merupakan pusat pengelolaan informasi yang berhubungan dengan manajemen siswa dengan acuan NISN sebagai parameter data induk kesiswaan.

4.    Sistem informasi manajemen sarana & prasarana sekolah
Sub-sistem ini dirancang untuk memudahkan pihak manajemen sekolah, khususnya bagian Sarana & Prasarana sekolah dalam menginventarisasi sarana-prasarana sekolah, kartu stok, dan laporan maintenance peralatan & perlengkapan sekolah. Dengan fasilitas pencatatan transaksi pembelanjaan sarana-prasarana juga memungkinkan pihak manajemen sekolah dengan mudah melaporkan secara periodik mengenai besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pengadaan maupun perawatan semua inventaris sekolah untuk menganalisa kebutuhan operasional sekolah terkait dengan sarana-sarana dan maintenance prasarana sekolah yang dihabiskan selama satu tahun ajaran.

5.    Sistem informasi manajemen kegiatan akademik
Sub-sistem ini merupakan basis transaksional paling utama dalam keseluruhan proses manajemen pendidikan di sekolah. Terdapat beberapa perspektif yang ada dalam ruang lingkup akademik ini, yaitu : perspektif dewan kurikulum, perspektif guru, perspektif bimbingan konseling, dan perspektif siswa. Keempat sudut pandang tersebut masing-masing akan diimplementasikan dalam sub-sub-sistem seperti dengan komposisi sistem sebagai berikut :
1.      Perspektif dewan kurikulum
2.      Perspektif guru
3.      Perspektif eksekutif
4.      Perspektif siswa

6.    Sistem informasi administrasi dan pengelolaan keuangan sekolah
Sub-sistem ini memfokuskan pada manajemen dan pengelolaan keuangan sekolah yang mencakup perencanaan anggaran pendapatan dan pembiayaan sekolah (RAPBS), pencatatan transaksi-transaksi penerimaan dan pengeluaran sekolah, serta sistem pembukuan (akuntansi) terpadu untuk mempermudah pelaporan pertanggungjawaban keuangan sekolah.

7.    Portal Layanan Informasi Sekolah & Masyarakat
Merupakan paket aplikasi interaktif yang akan memfasilitasi komunikasi antara sekolah, siswa, orangtua dan masyarakat sebagai wujud partisipasi dalam kontrol kualitas pendidikan dan manajemen sekolah. Ruang lingkup ini juga berperan sebagai layanan informasi sekolah, publikasi sekolah, hubungan dengan pihak sponsor/penyedia beasiswa, dan yang tak kalah pentingnya adalah komunitas online sekolah dengan konsep jejaring sosial (social networking) yang melibatkan guru, siswa, orangtua, dan masyarakat.

BAB IV
PENUTUP

4.1    Ringkasan Makalah

Sistem Informasi Manajemen Sekolah merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung kembali proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Yang bertujuan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk membuat, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri.



DAFTAR RUJUKAN

Widyaningsih, Wahyu. 2009. Manajemen Sisitem Informasi Pendidikan. (online), (http://images.ayukw2.multiply.multiplycontent.com), diakses 16 maret 2012.

ERP. Pendidikan. 2011. Ruang Lingkup Sistem Informasi Pendidikan Sekolah. (online), (http://www.erp-pendidikan.com/), diakses 16 maret 2012

Al-Sasaki, Abdul. H. 2009. PERENCANAAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERPADU SEKOLAH (SITS) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN. Dalam Merlita (Ed.), (online), (http://doelmith.wordpress.com/2009/01/23/apa-itu-sistem-informasi-manajemen-dakwah-sim-d/), diakses 16 maret 2012

Gudut, Donny. 2011. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. (online), (http://nabaow18121986.blogspot.com/2011/11/sistem-informasi-manajemen-sekolah.html), diakses 16 maret 2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar