Rabu, 22 Juli 2020

Apar (Alat Pemadam Api Ringan)

Alat pemadam api ringan (APAR) atau fire extinguisers adalah alat pemadam api yang mudah dipergunakan oleh satu orang untuk memadamkan api pada awal terjadinya kebakaran. APAR dapat berupa tabung jinjing, gendong  maupun  beroda.  Berbagai  hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  APAR  berhasil  menanggulangi sekitar 30 % kejadian kebakaran. Oleh karena sifatnya yang hanya dapat menanggulangi kebakaran awal dan mudah dipergunaka oleh satu orang maka APAR biasanya hanya mempunyai durasi semprot yang relatif singkat (dalam bilangan menit).

Berdasarkan konstruksinya APAR biasanya dibuat dalam dua kelompok yaitu :

(1) stored pressure type (SPT)


Stored  pressure  type  (tersimpan  bertekanan)  adalah  APAR  yang  memakai  gas  pendorong  bertekanan tercampur bersama media pemadamnya. Gas pendorong yang dipakai adalah Nitrogen (N2). Ciri luar dari APAR ini biasanya ada penunjuk tekanan gas diluarnya.

(2) gas cartridge type (GCT) 

gas cartridge type adalah jika gas pendorong terletak pada cartridge tersendiri, terpisah dari media pemadamnya. Gas yang dipergunakan biasanya adalah gas CO2 (carbon dioksida atau gas asam arang.

APAR (Alat Pemadam Api Ringan)  bisa dibawa dijinjing dan gunakan dioperasikan oleh satu orang dan berdiri sendiri. Apar merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. Apar dikenal sebagai alat pemadam api portable yang mudah dibawa, cepat dan tepat di dalam penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu karena bentuknya yang portable dan ringan sehingga mudah mendekati daerah kebakaran. Dikarenakan fungsinya untuk penanganan dini, peletakan APAR-pun harus ditempatkan di tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan didalam penggunaannya.

Diantaranya terdapat 4 jenis APAR yang paling umum digunakan, yaitu :

1. Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water

 APAR Jenis Air (Water) adalah Jenis APAR yang disikan oleh Air dengan tekanan tinggi. APAR Jenis Air ini merupakan jenis APAR yang paling Ekonomis dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet, Plastik dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan Instalasi Listrik yang bertegangan (Kebakaran Kelas C).

Keuntungannya :
• Mempunyai data serap panas yang besar
• Mempunyai daya pengembangan menjadi uap yang sangat tinggi
• Pada temperature normal, air beratnya relative stabil
• Mudah disimpan, diangkat dan dialirkan
• Mudah didapat dalam jumlah yang banyak
• Dapat dipancarkan dalam bentuk : jet, spray, fog

2. Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam (AFFF)

APAR Jenis Busa ini adalah Jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran. APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak, Alkohol, Solvent dan lain sebagainya (Kebakaran Jenis B).

Kumpulan cairan yang berbentuk gelembung-gelembung kecil yang berisi gas/udara yang dapat mengapung diatas permukaan zat cair dan mengalir diatas permukaan zat padat

Macam-macam Busa yang biasa digunakan sebagai media APAR:
Menurut cara terbentuknya :
• Busa Kimia : Busa yang terjadi karena adanya proses kimia
   Tepung tunggal
   Tepung ganda

• Busa Mekanik : Busa yang terjadi karena adanya prses mekanis, yaitu berupa cairan dari bahan pembuat busa yaitu :
   Cairan busa
   Air
   Udara

3. Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder

APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium danammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR Jenis Dry Chemical Powder ini merupakan Alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.
APAR Jenis Dry Chemical Powder tidak disarankan untuk digunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada mobil.

Menurut Kelas Kebakaran yang dipadamkan, Powder dibagi menjadi 3 macam :
• TEpung kimia REGULER adalah tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C
• Tepung kimia MULTI PORPHOSE adalah tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A,B,C.
• Tepung kimia SPECIAL DRY POWDER adalah tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran khusus kelas D.

4. Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)

APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah Jenis APAR yang menggunakan bahan Karbon Dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya.  APAR Karbon Dioksida sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (Instalasi Listrik yang bertegangan).

Keuntungannya :
• Mudah menyebar keseluruh areal kebakaran
• TIdak menghantarkan listrik
• Tidak meninggalkan residu
• Berat jenis CO2 1 1/5 kali berat udara
• Efektif untuk kebakaran kelas B dan C


Kelas-kelas (Golongan) Kebakaran

Kita perlu mengetahui kelas-kelas (golongan) kebakaran atau sumber penyebab terjadinya api supaya jenis APAR yang dipergunakan efektif dalam mengendalikan kebakaran tersebut. Dalam Permenaker No. Per-04/MEN/1980, kelas atau golongan kebakaran dibagi menjadi 4 golongan yaitu Golongan A, B, C dan D.
Berikut ini adalah Kelas atau Golongan Kebakaran beserta Jenis APAR yang efektif untuk memadamkannya :

– Kebakaran Kelas A

Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu, Karet dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas A adalahAPAR jenis Cairan (Water), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

– Kebakaran Kelas B

Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar, Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas B adalah  APAR jenis Karbon Diokside (CO2), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

– Kebakaran Kelas C

Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh Instalasi Listrik yang bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis Karbon Diokside (CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

– Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium, aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini perlu APAR khusus dalam memadamkannya.


Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Untuk mempermudah dalam mengingat proses ataupun cara penggunaan Alat Pemadam Api, kita dapat menggunakan singkatan T.A.T.A. yaitu :

  1. TARIK Pin Pengaman (Safety Pin) APAR
  2. ARAHKAN Nozzle atau pangkal selang ke sumber api (area kebakaran)
  3. TEKAN Pemicu untuk menyemprot
  4. AYUNKAN ke seluruh sumber api (area kebakaran)

Dalam bahasa Inggris, singkatan T.A.T.A ini disebut juga dengan P.A.S.S yaituPULL, AIM, SQUEEZE dan SWEEP.



Hal yang perlu diketahui dalam penggunaan APAR :

1. Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin)
     supaya media pemadam benar-benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak               mengenai tubuh petugas pemadam.

2. Perhatikan sumber Kebakaran dan gunakan Jenis APAR yang sesuai dengan Klasifikasi           Sumber Kebakaran.



Kamis, 02 April 2020

Biaya Produksi Contoh Produk Barang Atau Jasa

Materi ini sering sekali di tanyakan oleh para siswa, karena materi ini muncul dalam Kompetensi dasar Mate pelajaran Prodiuk Kreatif dan Kewirausahaan. yaitu KD.3.7 Menganalisis biaya produksi contoh produk barang/jasa. Berikut ulasan materinya. dan KD 4.7 Menghitung biaya produksi contoh produk barang/jasa.

Biaya
Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan prses sebuah produksi baik barang maupun jasa. Menurut ilmu ekonomi biaya dibagi menjadi dua yaitu:

  • Biaya Eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik seperti uang.
  • Biaya Implisit adalah biaya yang tidak terlihat langsung seperti misalnya penyusutan barang, mesin yang digunakan.


Klasifikasi Biaya
 Menurut Mulyadi (2009:13-16) adalah sebagai berikut:
  1. Biaya menurut objek pengeluaran dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran sehubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
  2. Biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan. Dalam perusahaan manufaktur biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok: biaya prosuksi, biaya pemasaran, serta biaya administrasi atau umum.
  3. Biaya menurut hubungan biaya dengan suatu yang dibiayai dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dibagi mejadi 2 golongan: 
    • Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya suatu yang dibiayai. Dengan demikian dengan mudah diindentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai.
    • Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya ini tidak mudah diidentifikaikan denga produk tertentu.
  4. Biaya menurut perilakunya dalam hubungnnya dengan perubahan volume penjualan. Biaya dapat digolongkan menjadi 4:
    • Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berupa sebanding dengan perubahan volume kegiatan
    • Biaya semivariabel. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
    • Biaya semifixed. Biaya semifixed adalah biaya yang tepat untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah engan tujuan dengan jumlah konstanta pada volume produksi tertentu.
    • Biaya fix / tetap. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. 
  5. Biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya. Biaya ini dapat dibagi menjadi 2:
    • Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
    • Pengeluaran pendapat adalah biaya yag mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.
Biaya Produksi
Biaya Produksi adalah akumulasi seluruh biaya yang dibutuhkan dalam proses sebuah produksi dengan tujuan menghasilkan sebuah produk atau jasa. biaya produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk yang siap untuk di pasarkan.

Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi suatu barang. Biaya produksi ini mempunyai definsi yang berbeda dengan biaya operasional.

Biaya operasional adalah biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Biaya Non Produksi
Biaya non produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran / distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya.
Menurut ilmu ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni:
  • Pertama Adalah biaya penjualan yang melingkupi tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. 
  • kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan, adminitrasi umum dan pengembangan.

Cara Menghitung Biaya Produksi

Tiga elemen biaya produksi :

Biaya bahan baku
Biaya produksi langsung yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk atau memastikan jasa bisa tersampaikan dengan baik ke tangan konsumen. Misal, untuk perusahaan Pakaian, alokasi biaya bahan baku yang diperlukan adalah bahan baku Benang, kain dan lainnya. Selain itu, packaging hasil pakaian juga harus masuk dalam hitungan.

Biaya tenaga kerja
Kompensasi berupa gaji, diberikan kepada tenaga kerja yang terlibat proses produksi. Tak hanya gaji, tunjangan dan asuransi (bila ada) juga perlu dimasukkan dalam parameter ini.

Bila usaha dilakukan sendiri(Usaha Kecil) maka biaya tenaga kerja dihitung dari kebutuhan kita pada saat melakukan proses produksi. misalkan makan, uang bensin bahkan ongkos jika dikerjakan oleh orang lain.

Biaya overhead pabrik
Biaya produksi selain biaya tenaga kerja dan bahan baku, namun diperlukan untuk membuat sebuah produk yang mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Contoh biaya overhead yang tidak langsung adalah listrik, kertas, dan hal lainnya yang sulit dilacak dalam proses produksi.

Selain itu, ada juga biaya overhead yang tidak langsung seperti petugas keamanan gudang, kurir, hingga pengawas di pabrik. Biaya overhead lainnya adalah sewa gedung, penurunan atau kerusakan mesin, dan tak lupa asuransi.


Rumus menghitung biaya produksi:
Biaya material langsung + biaya tenaga kerja langsung + biaya tenaga kerja tidak langsung + biaya overhead pabrik

Contoh perhitungan Biaya Produksi

Misalnya, PT. Maju Bersama yang bergerak di bidang pembuatan Bucket Excavator PC 200. Dalam satu bulan, mereka memproduksi 5.000 produk Bucket yang dipasarkan di 2 store dan e-commerce (online).

Untuk memproduksi 5.000 produk Bucket, mereka memerlukan:
  • Rp700.000.000 untuk bahan baku
  • Rp300.000.000 untuk gaji pegawai
  • Rp15.000.000 untuk Pengiklanan
  • Rp10.000.000 untuk launching produk mengundang media
  • Rp10.000.000 untuk bandwith kuota internet
  • Rp50.000.000 untuk transport produk ke 2 store
  • Rp35.000.000 untuk packaging pengiriman
  • Rp20.000.000 untuk pengeluaran di gudang penyimpanan
Total keseluruhan biaya yang dikeluarkan yaitu Rp. 1.140.000.000.-

Artinya, Biaya Produksinya adalah Rp 1.140.000.000.


Biaya Tetap
Biaya yang tetap konstan pada berbagai tingkat output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dikenal sebagai biaya tetap. Biaya ini tidak terpengaruh oleh fluktuasi sesaat dalam tingkat aktivitas organisasi (Aktifitas Produksi barang/jasa). 


Walaupun biaya ini tetap dan konstan bukan berarti bahwa biaya ini tidak akan berubah di masa depan. Biaya ini cenderung dapat tidak dapat diubah dalam jangka pendek.

Contohnya : jika perusahaan Anda menjalankan bisnis di sebuah gedung sewaan. Biaya penyewaan gedung tersebut akan ditagih kepada Anda, terlepas dari apakah Anda menghasilkan banyak output atau Anda tidak menghasilkan apa-apa.
jadi ini adalah biaya yang konstan selama periode sampai perpanjangan penyewaan gedung tersebut yang harganya akan meningkat atau menurun.

Biaya tetap akan sama secara total tetapi perubahan terjadi dalam setiap unitnya.

Untuk menjelaskan ini, berikut adalah contohnya :

Jika biaya tetap adalah 10 juta rupiah dan output yang dihasilkan pada kuartal pertama, kedua, dan ketiga adalah 4000, 5000 dan 3000 unit.

Sekarang dalam situasi ini, yang Anda lihat adalah total biaya tetap tidak berubah dalam tiga periode peroduksi, Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa
Biaya per-unit pada kuartal pertama adalah Rp 10.000.000/4000 unit, yaitu Rp. 2500
Kuartal kedua itu adalah Rp 10.000.000/5.000 unit, yaitu Rp 2000 dan
Di kuartal ketiga itu adalah Rp 10.000.000/3000 unit, yaitu Rp 3333

Ada dua jenis biaya tetap yaitu:
Committed Fixed Cost
Discretionary Fixed Cost



1. Committed Costs
Commited cost atau biaya komitmen adalah biaya yang wajib dan harus dikeluarkan. biaya ini seperti biaya sewa bangunan, biaya pabrik atau peralatan yang perannya penting dalam menyediakan fasilitas produksi. Penyusutan, asuransi, sewa, properti, pajak, juga termasuk contoh dari committed costs. Karena biasanya setelah melakukan pembelian, pabrik atau peralatan produksi dengan sendirinya akan terdepresiasi.

Biaya-biaya ini disebut biaya berkomitmen karena mereka berkomitmen untuk biaya tersebut untuk jangka waktu lama. Terkadang committed cost diabaikan untuk keputusan jangka pendek. Namun harus tetap diingat bahwa biaya depresiasi tetap akan berkurang.



2.discretionary fixed cost
atau biaya tetap diskresioner adalah pengeluaran untuk biaya pada periode tertentu atau aset tetap, yang dapat dihilangkan atau dikurangi tanpa berdampak langsung pada laba yang didapatkan dari suatu bisnis. Terkadang dalam suatu bisnis tidak banyak pengeluaran untuk Discretionary fixed cost atau biaya tetap dikrisioner, tetapi nilai dari biayan ini biasanya bisa sangat besar, sehingga patut ditinjau ulang oleh manajemen.

Membatasi pengeluaran yang sebenarnya penting pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap daya saing bisnis. Apalagi jika dibatasi dalam jangka waktu yang panjang. Maka dari itu, pengurangan biaya ini biasanya hanya akan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, seperti beberapa berbulan-bulan sampai setahun. Pada akhirnya, bisnis perlu memperbarui pengeluaran ini, dan mungkin harus melakukan peningkatan pengeluaran di masa depan untuk menutupi kekurangan di masa lalu.

Dengan demikian, manajemen lebih mungkin untuk memangkas biaya diskresioner hanya ketika sebuah perusahaan menghadapi kekurangan kas jangka pendek, dan akan kembali mengimprovisasi bisnis segera setelah arus kas membaik.

terus menerus mengurangi jenis biaya ini pada akhirnya akan mengalami penurunan kesadaran merek, penggantian produk yang kualitasnya lebih buruk, dan/atau penurunan efektivitas karyawan, tergantung pada jenis pengeluaran yang dikurangi. Jadi kesimpulannya, meskipun biaya-biaya ini diklasifikasikan sebagai biaya diskresioner, biaya ini harus dikurangi ketika benar-benar diperlukan untuk melakukannya.

Berikut ini dapat dianggap biaya tetap diskresioner:
  • Kampanye iklan
  • Pelatihan karyawan
  • Hubungan Investor
  • Hubungan Masyarakat
  • Kegiatan penelitian dan pengembangan untuk produk tertentu
Biaya Variabel
Biaya yang berubah dengan perubahan kuantitas output yang dihasilkan dikenal sebagai Biaya Variabel. Biaya ini secara langsung dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat aktivitas perusahaan.



Biaya ini bervariasi dengan variasi volume, yaitu ketika ada peningkatan dalam produksi, biaya variabel ini juga akan meningkat secara proporsional dengan persentase yang sama, jadi ketika tidak ada produksi maka tidak akan ada biaya ini .

Jadi bisa dibilang bahwa biaya ini berbanding lurus dengan unit yang diproduksi oleh perusahaan.

Besaran biaya variabel tetap sama dalam setiap unitnya, tetapi akan mengakibatkan perubahan total pada setiap biaya.

Contohnya adalah :
ketika biaya variabel adalah Rp. 600 per unit dan output yang dihasilkan pada kuartal pertama, kedua dan ketiga adalah 5000, 6000 dan 4000 unit.

Dari kasus diatas, bisa diperhatikan bahwa tingkat output berubah di semua periode produksi sehingga biaya variabel juga akan berubah, tetapi hanya dalam jumlah total, tidak dalam harga satuan.

Jadi biaya variabel pada masing-masing kuartal adalah :
  • Kuartal pertama 5000 x 600 = Rp. 3.000.000,
  • Kuartal kedua akan menjadi 6000 x 6oo = Rp. 3.600.000
  • Kuartal ketiga adalah 4000 x 600 = Rp. 2.400.000.

Selasa, 24 Maret 2020

Baterai dan Cara Merawatnya (Aki/Accu)

Baterai adalah alat listrik kimiawi yang menyimpan energi dan megeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik.dalam dunia otomotif baterai mempunyai peran yang sangat penting, yaitu sebagai sumber tenaga atau sumber energi.

fungsi baterai pada suatu kendaraan adalah  :
1. saat mesin mati berfungsi sebagai sumber listrik utama, untuk menghidupkan lampu dan aksesoris.
2. Pada saat mesin mati bersfungsi sebagai sumber tenaga motor untuk memutar dan menghidupkan        mesin (Starting Engine).
3. Saat mesin hidup baterai sebagai stabilisser suplai listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup        energi listrik yang digunakan pada siklus berasal dari alternator.

secara umum baterai dibedakan menjadi dua macam, yaitu baterai kering dan baterai basah. baterai kering ini seperti baterai jam dinding, baterai remot, baterai handpohone, baterai laptop dll.



sedangkan baterai basah sendiri dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. baterai dengan pengeluaran gas


    baterai ini adalah baterai basah yang umum kita gunakan sehari-hari, terutama pada kendaraan            bermotor seperti motor, mobil, truck dll.baterai ini dilengkapi dengan selang pembuangan gas              yang  berfungsi membuang gas hasil destilasi uap cairan elektrolit ketika baterai diberikan beban        listrik (digunakan).

2. Baterai bebas pemeliharaan (maintenance free batery)


    Baterai jenis ini biasa disebut orang umum dengan baterai kering. karena baterai ini tidak                    mempunyai lubang pembuangan gas. karena gas yang dihailkan pada saat proses destilasi                   digunakan kembali (reuse) di dalam baterai itu sendiri. jadi baterai ini lebih bersih dan tidak                 memerlukan perawatan karena gas hasil destilasi yang bisa mengakibatkan korosif pada terminal         baterai tidak di buang, melainkan di manfaatkan kembali

3. Baterai dengan sambungan probe


    baterai ini dilengkapi degan sensor yang dapat mendeteksi tinggi atau rendah cairan elektrolit              yang  terdapat didalam baterai. apabila elektrolit dalam keadaan low maka sensor akan memberika      sinyal berupa bunyi sehingga pengguna mengetahui keadaan baterai.

4. Baterai Khusus "S"
    "S" berarti Spesial atau khusus. karena baterai ini memiliki desain yang berbeda dengan tipe                 baterai  yang lain terutama pada bagian sparatorya. dan biasanya dibuat khusus untuk sebuah               produk tertentu.


Konstruksi Baterai type basah
secara sederhana baterai ini memiliki tiga komponen utama, yaitu plat positif, plat negatif dan cairan elektrolit.


saat plate positif dan negatif dihubungkan memlalui sebuah beban (lampu) maka akan terjadi reaksi kimia pada larutan elektrolit yang ada di dalam baterai yang membuat timbulnya arus listrik dari plat positif ke plat negatif sehingga lampu dapat menyala.

penjelasan di atas merupaka konstruksi dari satu cell baterai saja. pada umumnya baterai mempunyai enam cell dimana masing-masing cell memiliki tegangan mencapai 2,1V. keenam cell tersebut dirangkai secara seri sehingga total teganganya mencapai 12,6V.



jika dikupas lebih lanjut, secara utuh baterai memiliki beberapa bagian yaitu :



1. kotak baterai
    adalah wadah dari seluruh komponen baterai. selain sebagai wadah, kotak baterai juga berfungsi          sebagai pelindung dari benturan. bahanya pun terbuat dari plastik khusus yang kuat melindungi isi      baterai dan tahan dari benturan.

2. Plat Baterai (Positif dan Negatif)


    berperan dalam reaksi kimia yang terjadi didalam baterai saat bekerja. plate ini terdiri dari plat            positif dan negatif.
    plate positif terbuat dari bahan lead dioxide dengan unsur PbO2 atau paduan antara timbal dan            oksigen dengan warna coklat.
    plat negatif terbuat dari bahan timah hitam atau timbal dengan unsur Pb dengan warna abu-abu.
    perbedaan bahan ini akan membuat aliran listrik akan selalu berasal dari kutub positif. besarnya          arus yang dihasilkan dipengarui oleh luas penampang dari plat ini.

 3. Plat separator


    Berfungsi sebagai penyekat pelat positif dan pelat negatif. kedua plat ini harus di sekat agar tidak        terjadi korsleting yang mengakibatkan reaksi kimia di dalam baterai tidak akan berlangsung. 
    separator ini terbuat dari bahan isolator yang mampu menahan arus listrik. selain itu                            permukaaanya  dibuat berpori agar elektrolit dapat mengalir dari plat positif ke pelat negatif atau        sebaliknya.

4. Partisi Cell


    atau disebut juga separator cell berfungsi sebagai pemisah tiap-tiap cell. misalnya baterai yang            memiliki enam cell, maka tiap cell akan dipisah oleh separator cell. separator cell ini dibuat tidak        berpori, karena tujuanya adalah untuk memisahkan tiap cell sepenuhnya agar cairan elektrolit              tidak  bercampur ke cell yang lain. hal ini lah yang mendasari kenapa baterai basah biasanya                mempunyai enam tutup lubang pengisisan elektrolit.

5. Cell Connector
    berfungsi sebagai pengubung antara asatu cell dengan cel yang lainya. connector ini                            menghubungkan plat negatif di cell pertama ke plat positif di cell kedua begitu seterusnya                    disambung secara seri.

6. Larutan Elektrolit
    pada umumnya menggunakan larutan H2SO4 atau larutan di antara air dan ion sulfat. fungsi dari       larutan asam sulfat ini adalah sebagai zat yang akan bereaksi di dalam baterai. saat reaksi                     berlangsung ion sulfat akan terlepas dan menempel pada plat aki yang berbahan timah hitam. hal         inilah yang akan mengurangi kadar sulfat di dalam cairan elektrolit. normalnya saat aki terisi               penuh  kadar sulfat sekitar 36% atau apabila di ukur menggunakan hidrometer hasilnya 1,270.
   saat aki terus digunakan kadar ion sulfat akan terus menurun sehingga posisi aki kosong berat             jenisnya turun kurang dari 1,270.
 
   untuk mengembakikan berat jenis elektrolit maka diperlukan charging. proses charging akan               mengembalikan atua melepaskan ion sulfat yang menemel pada pelat sehingga berat jenisnya akan     kembali ke 1,270.

7. Kutub Baterai
   disebut juga pole, yaitu sebuah konduktor yang terpasang di ujung plat baterai. baterai enam cell         selalu di rangkai secara seri dan ujungnya pun selalu positif dan negatif. elehkarena itu ujung               tersebut di jadikan kutub atau pole baterai yang akan digunakan untuk meletakkan terminal baterai.

8. Tutup Berventilasi
    Tutup ini yang berada tepat di atas cell. memiliki kurang lebi dua fungsi yaitu sebagai penutup            lubang pengisian elektrolit tiap cell dan sebagai ventilasi tiap cell pada saat reaksi kimia terjadi.
    terkadang kita tidak menyadari, bahawa pada tutup baterai terdapat lubang kecil. sehingga apabila      lubang ini terdumbat maka baterai akan menggelembung. namun kita juga perlu berhati hati                karena  gas ini mudah terbakar.



Reaksi kimi pada baterai
karena baterai adalah pembangkit listrik secara kimia maka pada saat baterai terbebani maka plat positif, elektolit dan plate negatif akan bereaksi. pada saat charging (dengan arus listrik searah).
proses tersebut secara kimia dapat dirumuskan sebagai berikut :
Plat (+) + Elektrolit + Plat(-)            Plat (+) + Elektrolit + Plat(-)
Pb SO4 + 2H2O + PbSO4                      PbO2 + 2H2SO4 + Pb

saat sistem starter berfungsi maka energi listrik yang tersimpan dalam baterai akan mengalir ke bemban. proses ini disebut juga dengan discharge (pengosongan).
proses discharge secara kimia dapat di rumuskan sebgai berikut :
Plat (+) + Elektrolit + Plat(-)            Plat (+) + Elektrolit + Plat(-)
Pb SO4 + 2H2O + PbSO4                      PbO2 + 2H2O + Pb

dari kedua proses tersebut dapat di simpulkan bahwa pada kondisi baterai penuh elektrolit terdiri dari 2H2SO4 sedangkan dalam keadaan kosong elektrolit baterai menjadi 2H2O.

Rangkaian pemakaian baterai

Rangkaian seri
Prinsip Dasarnya Bila Accu dihubungkan secara Seri, maka Nilai / Out Put Voltase Accu akan berubah Bertambah.

Menghubungkan Accu secara SERI adalah dengan Menghubungkan Kutub Positif Accu 1 dengan Kutub Negatif Accu ke 2 dan seterusnya
Dan Kutub Negatif Accu 1 dihubungkan dengan kutun Negatif Accu ke -2 dan seterusnya.
Dari Gambar Diatas bisa kita lihat bahwa bila 2 buah Accu digabungkan secara Seri dengan masing-masing Accu mempunyai Voltase & Arus yang sama, yaitu :

Voltase / Tegangan : 12 Volt DC
Arus / Current : 60 Ampere

Maka Bila ke -2 Accu tersebut dihubungkan secara Seri Out Putnya Menjadi :

Voltase / Tegangan : 24 Volt DC
Arus / Current : 60 Ampere

Disini yang berubah / Bertambah adalah Tegangannya / Voltasenya
Rangkaian Paralel
Pada Prinsip Dasarnya Bila Accu dihubungkan secara Paralel, maka Nilai / Out Put Voltase Accu akan berubah Bertambah juga. Namun Nilai yang berubah pada rangkaian Paralelini berbeda dengan Rangkaian Seri.
Cara menghubungkannyapun berbeda antara Rangkaian SERI denganRangkaian Paralel
Untuk Menghubungkan Accu secaraParalel adalah dengan Menghubungkan Kutub Positif Accu 1 dengan Kutub Positif Accu ke 2 dan seterusnya.
Sedangakan Kutub Negatif Accu Pertama dihubungkan ke Kutub Negatif Accu kedua dan seterusnya.
Dari Gambar Diatas bisa kita lihat bahwa bila 2 buah Accu digabungkan secara Paralel dengan masing-masing Accu mempunyai Voltase & Arus yang sama, yaitu :
Voltase / Tegangan : 12 Volt DC
Arus / Current : 60 Ampere

Maka Bila ke -2 Accu tersebut dihubungkan secara Paralel Out Putnya Menjadi :
Voltase / Tegangan : 12 Volt DC
Arus / Current : 120 Ampere

Disini yang berubah / Bertambah adalah Arus / Current (Ampere) dari Accu tersebut.


Rangkaian Seri Paralel.
pada rangkaian seri paralel, jika tiga buah baterai di jumper menjadi satu, maka teganganya akan bertambah (terakumulasi hanya dua buah baterai). dan arusnya pun juga bertambah.


Kapasitas Baterai
Untuk melakukan start engine/Starter baterai membutuhkan energi yang cukup, untul itu baterai harus selalu terisi penuh. kapasitas baterai menunjukkan jumlah listrik yang di simpan baterai yang dapat di lepaskan sebagai sumber listrik. kapasitas baterai ini dipengarui oleh ukuran plat, jumlah plat, jumlah sel dan jumlah elektrolit baterai.
Terdapat tiga ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai, yaitu :
1. Cranking Curent Ampere (CCA)
2. Reverse Capacity
3. Ampere Hour



Cranking Curent Ampere (CCA)


Kapasitas baterai tergantung pada bahan plat yang bersinggungan dengan larutan elektrolit, bukan hanya jumlah plat tetapi besar ukuran (luas permukaan singgung) pada plat yang akan menentukan kapasitasnya. The Internasional standard memberikan nilai untuk capasitas baterai dengan SAE Cranking Current atau Cold Cranking Current (CCA Cold Cranking Ampere). Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih.

Reverse Capacity


Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat Celsius setelah sistim pengisian dilepas. Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt).


Kapasitas baterai adalah banyaknya arus pada baterai yang diisi penuh dapat menyediakan arus selama 20 jam pada 27 derajat Celsius, tanpa penurunan tegangan tiap sel dibawah 1.75 volt. Sebagai contoh: Sebuah Baterai yang secara terus menerus mengalirkan 3 ampere untuk 20 jam dinilai memiliki 60 AH. Rumus menentukan kapasitas baterai adalah:
AH = A (amper) x H (Jam)


     

Spesifikasi Baterai
Baterai otomotif yang baru memiliki striker yang ditempelkan untuk memberikan informasi tentang spesifikasi baterai tersebut, salah satu model stiker baterai seperti tampak dibawah ini

Pada stiker di gambar di atas menunjukkan nomer kode area yaitu N57. Baterai tersebut memiliki 11 plat per sel dengan nilai 380 Cold Cranking Ampere dan tegangan baterai yang dihasilkan adalah 12 volt.
Agar Anda dapat membaca kapasitas dan lebih mengerti aki yang Anda gunakan secara langsung, baca ulasan berikut :
Kode aki dituliskan mengikuti 2 standar/metode:
1. Japan Industrial Standard (JIS)
2. Deutsches Institut für Normung (DIN)

Sepertinya yang lebih banyak beredar adalah aki berstandar JIS. Ini sesuai dengan permintaan pasar yang lebih banyak kepada kendaraan Jepang.
Setiap aki punya kode yang bisa dilihat langsung pada akinya.
Perbedaan standar bisa dilihat pada letak kepala aki (kutub): tenggelam untuk aki tipe DIN dan muncul untuk aki tipe JIS (lebih tinggi).

Aki Japan Industrial Standard (JIS)
Contoh 1: Aki NS40ZLS
N = Normal
S = pengurangan daya aki sebesar 20%
40 = daya utama aki
Z = penambahan daya aki sebesar 10% setelah dikurangi 20% (huruf S pertama)
L = left, artinya pole (kepala aki / kutub negatif) [-]) berada di sebelah kiri.
       Tanpa kode ini pole pasti berada di sebelah kanan.
S = aki memiliki kutub ukuran besar
Jadi aki NS40ZLS mempunyai daya: 40Ah – 20% + 10% = 32 Ah dengan pole sebelah kiri dan kepala aki besar.


Contoh 2: Aki N 40
Daya utama 40Ah
Kepala aki besar, walaupun tidak memiliki kode S dibelakangnya.
Hal ini karena huruf awalnya bukan NS.

Contoh lain:
Aki NS 40: kapasitas 32 Ah
Aki NS 40 Z: kapasitas 35 Ah
Aki NS 40 ZS: kapasitas 35 Ah dengan kepala aki besar

Sekarang ini kode di atas mengalami perubahan menjadi lebih simpel.
Seperti NS 40 menjadi 32B20R, artinya:
32: kapasitas aktual aki 32 Ah
B: kode baterai
20: panjang aki 20cm
R: posisi pole di sebelah kanan
   
Aki DIN
Aki DIN banyak digunakan untuk mobil buatan Eropa. Aki ini menggunakan kode 5 digit angka. Tapi yang perlu diperhatikan hanya 3 digit angka di depan.
Cara membacanya:
Angka pertama : 5 menjadi 0
Angka pertama : 6 menjadi 1
Angka pertama : 7 menjadi 2

Contoh: Aki 54533
Angka pertama : 5 menjadi angka 0
Angka kedua & ketiga 45 = tetap angka 45
Kapasitas (daya) aki adalah 045 Ah = 45 Ah

Contoh lain: Aki 73530
Kapasitas aki adalah: 235 Ah.

Pemeriksaan Baterai
Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya. Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai yang sering dilakukan, yaitu:

1. Pemeriksaan Visual
2. Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran
3. Pengujian Beban

Pemeriksaan Visual Baterai
Pemeriksaan visual meliputi :
1. Kotak baterai :
Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi secara visual, jenis kerusakan kotak baterai antara lain: kotak retak akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat keretakan atau mengembang

2. Sel-sel baterai :
Sel baterai sering mengalami gannguan yaitu sell yang mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel yang rontok karena getaran, kualitas yang kurang baik maupun usia baterai

3. Terminal baterai dan konektor kabel:
Terminal baterai dan konektor merupakan bagian baterai yang sering mengalami kerusakan, bentuk kerusakan paling banyak adalah korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun panas akibat kenektor kendor atau kotor

4. Jumlah elektrolit
Jumlah elektrolik perlu diperiksa secara periodic. Bila pengisian berlebihan (over charging) maka elektrolit cepat berkurang karena penguapan berlebihan. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan dengan cepat karena kotak dibuat dari plastic yang tembus pandang. Jumlah elektrolit harus berada diantara garis Upper Level dan Lower Level.

5. Kabel Baterai
Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar, saat mesin distarter besar arus dapat mencapai 250 – 500 A, tergantung dari daya motor starter, dengan arus sebesar itu kabel akan panas. Panas pada kabel menyebabkan elasitas kabel menurun, isolator muda pecah dan terkupas, hal ini terjadi terutama pada isolator dekat dengan terminal baterai.

6. Pemegang Baterai
Pemengang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar goncangan baterai dapat dihindari, sehingga usia baterai dapat lebih lama. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan mengoleskan vaselin/ grease.
  
Pemeriksaan Elektrolit
Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol, jumlah yang baik adalah diantara tanda batas Upper Level dengan Lower Level. Jumlah elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak, sedang jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan tumpahnya elektrolit saat batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan. Akibat proses penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit berkurang, untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang cukup dengan menambah H2O atau terjual dengan nama Air Accu.

Penyebab elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging, oleh karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan elektrolit cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai bagian kendaraan, karena cairan bersifat korotif maka bagian kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi.

Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai menggunakan alat hydrometer. Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai merupakan salah satu metode untuk mengetahui kapasitas baterai. Baterai penuh pada suhu 20 ºC mempunyai Bj 1,27-1,28, dan baterai kosong mempunyai Bj 1,100 -1,130.

Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap perubahan 1 ºC. Spesifikasi berat jenis normal ditentukan pada 20 ºC, oleh karena itu saat pengukuran temperatureelektrolit harus diamati. Rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah:

S 20 ºC= St + 0,0007 x (t - 20)
S 20 ºC : Berat jenis pada temperature 20 ºC
St : Nilai pengukuran berat jenis
t : Temperatur elektrolit saat pengukuran

Contoh:
Tentukan berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada temperature 0ºC, menunjukkan berat jenis 1,260.
S 20 ºC = St + 0,0007 x (t - 20)
= 1,260 + 0,0007 x ( 0 – 20)
= 1,260 – 0,014
= 1,246
Tindakan yang harus dilakukan terkait hasil pengukuran elektrolit adalah sebagai berikut:

HASIL  PENGUKURAN
TINDAKAN
1.280 Atau lebih
Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang
1.220 – 1.270
Tidak Perlu Tindakan
1.210 atau kurang
Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.  Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai.
Perbedaan  antar sel kurang dari 0.040
Tidak perlu tindakan
Perbedaan berat jenis antar sel 0.040 atau lebih
Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai


Hydrometer



Hydrometer adalah alat untuk mendeteksi berat jenis pada cairan elektrolit pada baterai
Cara mengoprasikan Hidro meter sebagai berikut:

A. Mausukan ujung hydrometer kedalam lubang sel sampai menjentuh permukaan caira elektrolit
B. Tekan karet pada ujung hydrometer sampai ke dalam
C. Setelah kembali ke posisi semula maka kalian dapat melihat hasil yang di tentukan pada aurometer

Cara menghitung hasil penggukururan berat jenis air elektrolit dapat dilihat pada table diatas sebagai berikut:

A. Good/warna hijau = Kondisi air elektrolit sangat baik
B. Fair /warna putih = Kondisi caira accu baik
C. Recharge/warna merah =Kondisi air elektrolit perlu pengisian / stroom

Kebocoran Arus
Adanya kebocoran arus listrik menyebabkan baterai mengalami pengosongan, sehingga bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan pada baterai dapat berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit dihidupkan.

Mobil sulit distart di pagi hari, adalah salah satu akibat yang ditimbulkan dari :
1. Clamp Pengikat kutub + dan – aki yang kurang kencang, atau timbulnya kerak putih disekitar              kepala aki.
2. Kondisi air accu (electrolit) yang kurang sesuai dengan yang dipersyaratkan di bagian luar aki.
3. Bagian body accu sudah mengembung atau bocor.

Perawatan dan perbaikan Baterai

- Periksa tegangan baterai
  Periksa tegangan baterai dengan menggunakan Multitester
  Tegangan yang baik 12 - 13,5 Volt

- Bukalah semua tutup baterai lalu

- Periksa Tiap-tiap sel baterai dengan menggunakan Multitester

- Jika baterai yang diukur 12 Volt berarti tiap sel harus turun 2 Volt

- Berhati-hatilah jangan sampai merusak sel-sel dari tiap sel baterai yang di ukur

Periksa kondisi berat jenis cairan elektolit
Lakukan pemeriksaan dengan menggunakan Hidrometer, Bacalah pada takaran ukuran yang ada

Bila Hijau = Sangat Baik
Bila Putih = Baik
Bila Merah = Kurang
Berat jenis standart 1,26-1,28 kg/l


Periksa terminal baterai
Periksa terminal baterai dari kemungkinan korosif atau timbul jelaga salju akibat terkena uap dari
cairan elektrolit, jika timbul demikian bersihkan
jangan lupa periksa juga sambungan-sambungan kabel terminal baterai dari karat atau putus

Kerusakan-kerusakan pada baterai
1. Kotak baterai retak atau pecah
2. Sel baterai rusak
3. Tutup baterai tersumbat sehingga baterai melembung
4. Terminal baterai korosif
5. Air aki selalu kering
6. Tegangan baterai selalu turun



sumber : autoexpose.org, modul trakindo, suparyani.blogspot.com, http://p4tkboe.kemdikbud.go.id/p4tkboe/index.php/26-atk/progli-60-teknik-otomotif/91-pengetahuan-tentang-accu-battery-accumulator
; http://persaudaraansejati.blogspot.co.id/2013/04/tips-mengingat-kembali-kode-aki-battery.html




     

Rabu, 04 Maret 2020

Macam-Macam Akrilik

Penggunaan akrilik saat ini sudah mulai menjamur, mulai dari peralatan rumah tangga hingga kebutuhan untuk promosi dan advertising. akrilik merupakan bahan yang mirip dengan kaca, akan tetapi akrilik memiliki bahan dasar berupa plastik. untuk saat ini ada beberapa alasan akrilik lebih dipakai daipada kaca, antara lain :
A. Akrilik lebih tahan benturan daripada kaca.
B. Lebih mudah dibentuk, karena akrilik berbahan dasar plastik maka mudah dibentuk dengan                 memanaskanya.
C. Akrilik menambah elegan produk lain. adakalanya produk yang dikemas dengan akrilik akan               lebih elegan daripada hanya dengan kertas atau bahan yang lain.
D. Akrilik lebih tahan beban dan cuaca. bahan kaca akan lebih mudah pecah apabila terkena beban           terpusat, akan tetapi jika kita menggunakan akrilik maka sifat lenturnya akan membuatnya tahan         terhadap beban. selain itu akrilik akan tetap bening dalam kondisi cuaca apapun, sedangkan kara         akan lebih cepat menguning.
E. Akrilik 5x lebih ringan daripada kaca.

Selain beberapa keunggulan di atas ada beberapa kekurangan dari akrilik. antara lain :
A. Harga akrilik lebih mahal daripada kaca biasa.
B. Untuk kebutuhan bidang yang rata akrilik lebih kurang rata/bergelombang daripada kaca yang             selalu rata.

dari cara pembuatanya akrilik dibagi menjadi dua, yaitu :
1. akrilik ekstrusi
    Akrilik ini adalah jenis akrilik yang dicetak lembaran. akrilik jenis ini sangat cocok digunakan            untuk barang2 displai, seperti plakat, gantungan kunci dll.

2. Akrilik Cetak
    Akrilik jenis ini adalah akrilik yang mudah di cetak. dan terkadang hadir dalam sebuah produk 
    jadi yang sudah di cetak. akan tetapi harga dari akrilik cetak ini lebih mahal daripada akrilik                ekstrusi.

Akrilik memiliki ketebalan yang bervariasi, selain itu dari ciri fisiknya, akrilik dibedakan menjadi :

   1. Akrilik Warna



   2. Akrilik Bening


   3. Akrilik Riben



Pengaplikasian akrilik bermacam-macam sesuai dengan kreatifitas penggunanya. ada akrilik yang digunakan untuk interior sebuah ruangan sebagai ganti dari kaca. sedangkan ada juga yang diolah sehingga menjadi sebuah karya yang sangat menarik dan beraneka ragam kegunaanya. contohnya adalah sebagai berikut.

1. Akrilik Untuk Trophy


2. Plakat


3. Gantungan Kunci


4. Tempat Kosmetik