Kamis, 26 April 2012

KARAKTERISTIK MANUSIA


Terdapat delapan karakteristik yang di miliki manusia dan tidak dimiliki hewan dalam Bab I  tentang Hakikat Manusia dan Pengembanganya(buku pengantar pendidikan La Sulo dan Umar Tirta Rahardja),juga terpapar masing – masing kepentingan untuk pendidikan.Diantaranya adalah :

A.     Kemampuan Menyadari Diri
Yaitu manusia mempunyai kemampuan menyadari dirinya sendiri sehingga manusia dapat membedakan dirinya sendiri,orang lain,benda di dekitar,dan lingkungan yang ada di sekelilingnya,manusia mengetahui jarak antara dirinya dengan sesuatu di sampingnya.meskipun terlihat dekat pasti ada jarak horizontal yang membedakan manusia dengan hal – hal di sekitarnya,sehingga manusia tidak akan mempunyai sifat yang sama meskipun dengan manusia yang lain,apalagi dengan hewan atau lingkungan sekitar.lazim di katakana bahwa peran paling besar adalah menghadapi musuh dalam dirinya sendiri,yang apabila manusia kalah maka akan menjadikan dirinya akan terpuruk.maka peserta didik perlu mempunyai kemampuan menyadari dirinya sendiri,karena tanpa kemampuan tersebut maka peserta didik atidak akan mempunyai rasa percaya diri (minder) sehingga dapat merusak mental dari peserta didik itu sendiri.

B.     Kemampuan Bereksistensi
Kemampuan manusia untuk hidup bersama dengan alam sehingga manusia selalu hidup kesana kemari dan selalu mempunyai pemikiran untuk maju. Kemampuan manusia untuk bereksistensi  adalah kemampuan menempatkan diri dan menerobos.dimana kemampuan menerobos dapat di jabarkan keluar dari dirinya dan membuat jarak antara manusia dan objek,lalu melihat objek tersebut sebagai sesuatu yang ada ndi sana. Nah, berarti manusia tersebut dapat menerobos atau melewati sesuatu yang membelenggu dirinya.kemampuan menerobos ini bukanlah kaitanya dengan ruang,tetapi juga bengan waktu.manusia dapat merencanakan/merancang masa depanya masing – masing.hal tersebut yang membedakan manusia dan hewan,dimana manusia dapat hidup secara kondisional,tetapi hewan selalu bergantung dengan alam.manusia mempunyai sifat berkembang untuk kelangsungan hidupnya ke masa depan yang lebih baik.kemampuan manusia untuk tetap eksis itulah yang perlu untuk di didik dan di kembangkan sehingga manusia tersebut akan memiliki rencana – rencana yang  baik untuk masa depanya.jika kemampuan bereksistensi ini di miliki oleh peserta didik maka mereka akan merencanakan rencana untuk dirinya,sehingga kehidupanya akan semakin maju.

C.     Kata Hati
Kata hati biasa juga disebut dengan hati nurani atau dalam bahasa arabnya Dhomir yaitu hati kecil ppada setiap manusia.hati sangat mempengaruhi suatu keputusan manusia dalam menentukan tindankan,atau yang sering di sebut tindakan manusia depengaruhi oleh hati manusia.sehingga jika hati manusia tersebut baik maka tindakan,sifat,perilaku,dan kecerdasan akalnya juga baik pula.telah dikatakan dalam alquran yaitu dalam diri manusia terdapat segumpal daging,apabila daging itu baik maka baik pula seluruh perilakunya.dan apabila rusak maka buruk seluruh perbuatanya. Segumpal darah tersebut adalah hati.jadi kata hati itu adalah keputusan tentang baik atau benar dan buruk atau salah bagi maniusia sebagai manusia.kata hati juga sebagai petunjuk bagi moral atau perbuatan.usaha untuk mengubah mata hati yang tumpul menjadi tajam adalah dengan cara pendidikan kata hati (gewetan forming)realisasinya dapat ditempuh dengan melatih kecerdasan dan kepekaan emosi.hal ini penting sejali bagi pendidikan,karena tanpa manusia dengan kata hati yang tajam maka moral dan mental manusia akan rusak.


D.     Moral
Moral biasa juga disebut dengan etika.pendidikan moral juga sering disebut dengan pendidikan kemauan.moral sangat berkaitan erat dengan kata hati.jika manusia mempunyai kata hati yang tajam maka manusia tersebut mempunyai moral yang baik.dengan kata lain perbuatan manusia adalah implementasi dari kata hatinya.untuk menjembatani jarak antara keduanya masih ada aspek lain,yaitu kemauan. Moral dapat mempengaruhi mental manusia untuk berbuat sesuatu.baik dan buruk perbuatan manusia juga dipengaruhi oleh moral tersebut.kita dapat membayangkan bila di dunia ania tidak ada pendidikan moral,maka manusia akan memiliki moral yang buruk dan bahkan tidak bermoral. Apa bedanya manusia dengan hewan jika manusia tidak bermoral.maka pendidikan moral ini sangatlah penting bagi manusia.

E.      Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan kesediaan / kesanggupan untuk menanggung dari perbuatan yang telah di lakukan,atau tuntutan tuntutan yang telah di jatuhkan kepada individu manusia.tamggung jawab dibagi menjadi tiga,yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri,orang lain (masyarakat),dan tanggung jawab kepada Tuhan.tanggung jawab terhadap diri sendiri berarti menanggung tntutan kata hati,misalnya dalam bentuk penyesalan.bertanggung jawab kepada masyarakat berarti menanggung tuntutan norma – norma sosial. Bentu tuntutanya seperti cemoohan masyatakat,hokum penjara dll.sedangkan tanggung jawab kepad tuhan berarti menanggung tuntutan norma – norma agama,misalnya perasaan berdosa dan terkutuk. Tanggung jawab sangat berhubungan erat dengan kata hati dan moral.eratnya hubungan antara ketiganya terlihat dalam hal ketersediaan seseorang untuk bertanggung jawab.bagaimana jika tanggung jawab tidak dimiliki oleh manusia,pasti kita dapat memikirkan bahwa manusia tidak ada bedanya dengan seekor hewan.oleh karena itu pendidikan tanggung jawab sangat diperlukan.

F.      Rasa Kebebasan
Kebebasan merupakan kemerdekaan yang terlibat sesuai kodrat manusia.kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya memang belangsung dalam sebuah keterikatan.yaitu bebas berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan kodrat manusia.karena tanpa kebebasan mustahil untuk manusia melatih ketajaman hati.dampaknya  adalah manusia tersebut akan mengalami krisis mental,yang berdampak pada penurunan moral dan tanggung jawab.sehingga manusia tisak ada bedanya dengan hewan.

G.     Kewajiban Dan Hak
Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai mahkluk sosial.tidak ada hak yang tanpa kewajiban.satu sisi memberi hak maka di sisi lain ada pihak yang mendapatkan kewajibanya.kewajiban dan hak merupakan sesuatu yang bersifat kondisional dan fleksibel sesuai dengan keadaan tertentu.meskipun kita mempunyai hak penuh tetepi sebagai manusia kita mempunyai toleransi – toleransi dalam mendapatkan hak kita.sebagai manusia kita tidak dapat mengambil seluruh hak kita,karena semua,kerena tergantung oleh kondisi dan situasi.dalam kenyataan hidup sehari – hari umumnya hak di asumsikan sebagai hal yang menyenangkan,tetapi sebaliknya dengan kewajiban diasumsikan sebagai beban yang selalu menghantui.sebagai mahkluk social maka manusia yang sesungguhnya akan melakukan kewajibanya dengan baik,karena menurut Drijarkara kaewajiban adalah keniscayaan.jika seseorang melakukan kewajiban niscaya nilai martabat seorang tersebut akan semakin tinggi di masyarakat.dengan kata lain kewajiban adalah keluhuran.kemampuan menghayati kewajiban tersebut tidak datang secara tiba – tiba,akan tetapi dapat ditempuh dengan pendidikan disiplin.pendidikan disiplin ini harus dipupuk sejak dini.disiplin menurut selo sumarjan meliputi empat aspek,yaitu (1) disiplin, (2) nasional,(3 )disiplin sosial, (4) disiplin efektif,dan disiplin agama.oleh Karena itu pendidikan disiplin ini sangatlah penting,karena tanpa disiplin maka hilanglah keinginan seseorang untuk melakukan kewajiban.manusia harus melakukan kewajibanya demi mendapatkan haknya.karena ini merupakan hokum sebab akibat.

H.     Kemampuan Menghayati Kebahagiaan
Kebahagiaan/bahagia adalah proses integrasi diri yang menyenangkan maupun yang pahit (tidak menyenangkan) dan menghasilkan suatu penghayatan hidup. Kebahagiaan tersebut terletek pada keadaan sendiri secara factual ataupun rangkaian prosesnya maupun perasaan yang diakibatkan.tetapi terletek pada kesanggupan menghayati semua itu dengan keheningan jiwa dan mendudukan hal tersebut dengan di dalam rangkaian atau tiga hal, yaitu usaha,norma – norma,dan takdir.disini yang dimaksud dengan usaha adalah perjuangan terus menerus untuk mengatasi masalah hidup.selanjutnya usaha tersebut harus bertumpu pada norma – norma. Kebahagiaan adalah hidup yang tentram,dimana hidup tanpa tehanan – tekanan.selanjutnya yaitu takdir,takdir merupakan rangkaian yang tidak dapat di pisahkan dalam proses terjadinya kebahagiaan.komponen takdir ini erat hubunganya dengan usaha.dan kebahagiaan hanya dapat diraih oleh mereka yang bersyukur,kerena tanpa syukur kita akan selalu merasa kurang dan akibatnya beban hidup seseorang akan meningkat,hal ini membuat hidup seseorang menjadi tidak bahagia.
            Kebahagiaan dapat diusahakan peningkatanya,ada dua hal yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kebahagiaan yaitu kemampuan berusaha dan kemampuan menghayati hasil usaha.dengan demikian pendidikan mempunyai peranan penting sebagai wahana untuk mencapai kebahagiaan,Terutama kebahagiaan agama.karena manusia adalah mahkluk yang serba terhubung yaitu terhubung dengan masyarakat,terhubung dengan dirinya sendiri,dan terhubung dengan Tuhan.manusia yang menghayati kebahagiaan adalah pribadi manusia yang menghayati segenap keadaan dan kemampuanya.jadi kemampuan menghayati kebahagiaan ini perlu ditanamkan untuk mencapai keseimbangan hubungan,yaitu hubungan manusia dengan alam/lingkungan,hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan orang lain,dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Demikian penjelasan mengenai karakteristik manusia yang tidak dimiliki oleh mahkluk lain.dimana terdapat delapan masam karaktreristik yang semuanya apabila di pelajari dan di ajarkan maka akan menjadi manusia yang berbudi luhur,tanggung jawab,bermoral,dan mampu bersyukur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar