Sabtu, 25 Februari 2012

Pembuatan Grease (Pelumas)

Grease tersusun atas beberapa komponen, yaitu :

1. Base oil

Kandungan base oil dalam pembuatan grease adalah 75-95 %. Beberapa tipe minyak

dasar dalam pembuatan grease adalah :

- minyak bumi dari jenis parafinik

- minyak nabati : minyak sawit, minyak jarak, dan lain-lain

- minyak sintetis : senyawa kompleks hidrolarbon


 

2. Bahan pengental (Thickener)

Komponen ini berfungsi sebagai bahan pengental dalam produk grease dengan

kandungan 5-20 %. Beberapa tipe pengental yang umum digunakan adalah :

- pengental organik sintetik (zat anorganik gel) : poliurea, sabun logam sederhana dan

sabun logam kompleks

- sabun yang terbentuk dari asam lemak ataupun ester yang berasal dari minyak nabati


 

3. Aditif

Aditif berfungsi meningkatkan performa grease dengan kandungan 0-15 %. Aditif yang

ditambahkan perlu diperhatikan terutama sifat biodegrability-nya terhadap lingkungan.

Kemampuan grease sebagai bahan lubrikan tergantung pada base oil, bahan

pengental serta aditifnya. Bahan pengental, ibarat busa, menyerap minyak dan nantinya

melepaskannya ke komponen yang dilumasi. Sebagian molekul bahan pengental terserap ke

permukaan logam yang dilumasi untuk mencegah terjadinya kontak antar logam-logam.

Sifat grease tersebut diperkuat dengan adanya aditif. Aditif ini merupakan suatu bahan yang

berfungsi sebagai "vitamin" bagi grease yang kegunaannya antara lain :

  • Sebagai anti korosi

Minyak pelumas harus mampu mencegah atau mengurangi proses timbulnya karat/proses

korosi atau melindungi permukaan yang dilumasi dari terbentuknya karat. Untuk

meningkatkan kemampuan pencegahan timbulnya karat, maka digunakan aditif sebagi

anti korosi.


 

  • Sebagai anti aus

Untuk pembebanan kontak antara bidang yang relatif tinggi, pelumas harus mampu

mencegah keausan secara pasif dengan membentuk lapisan film yang kuat di permukaan

yang dilumasi, sehingga mampu mengurangi permukaan sentuh logam yang dilumasi

dan secara aktif bereaksi dengan permukaan logam untuk mencegah terjadinya proses

pemanasan setempat akibat beban yang tinggi.


 

  • Sebagai anti oksidan

Proses oksidasi menyebabkan kerusakan pelumas dan menyebabkan timbulnya kotoran

serta asam yang dapat menimbulkan masalah selanjutnya. Untuk itu minyak pelumas

harus mempunyai sifat/kemampuan tahan terhadap oksidasi, guna melindungi diri dari

proses kerusakan serta menetralisir asam-asam yang mungkin terbentuk.


 

  • Mempertahankan kekentalan grease (viscosity index improver)

Aditif untuk mempertahankan kekentalan grease diperlukan untuk mencegah

pengenceran grease. Pada suhu mesin tinggi akibat mesin bekerja dengan waktu lama

dan pada suhu udara panas, grease akan mengencer. Peran grease yang menjadi encer

tentu saja akan kurang efektif. Oleh karena itu dibutuhkan bahan aditif yang bersifat

dapat mempertahankan kekentalan grease

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar